Hidup itu pilihan....
Siapa sih orang yang tidak ingin memiliki masa depan yang cerah?
Kebahagiaan di masa tuanya kelak?
Aku pikir hanya orang kurang waras yang tidak mau demikian..
Ya sedikit berbagi pengalaman, bukan mencoba untuk menggurui.
Setelah melepas toga di Mei 2013, aku merasa episode baru dalam hidupku akan dimulai.
Ya, bersaing di dunia kerja!
Seminggu setelah menerima ijazah, ada Job Fair di kampus saya.
Namun sebelumnya ada lowongan pertama yang aku coba dari salah satu perkebunan swasta milik asing, yaitu PT. Asian Agri. Perusahaan tsb dtg langsung untuk merekrut putra/i terbaik dari FP yang memiliki mental dan semangat kerja tinggi utk ditempatkan menjadi Asisten Tanaman di berbagai unit kebun dari perusahaan ini.
Aku adalah salah satu peserta rekrutmen dan hanya sampai final interview. Hal ini dikarenakan pada saat itu saya belum sepenuhnya bersedia menjadi karyawan di Perkebunan Swasta ini dikarenakan ada beberapa hal yang belum cocok dengan kriteria yang saya inginkan. Hingga akhirnya, di akhir wawancara salah satu pimpinan perusahaan ini memberikan salam hangat kepada saya dan mengatakan "semoga kamu menemukan pekerjaan yang cocok dengan kriteriamu dan salam sukses selalu!". Sebuah pengalaman yang unik aku pikir. hehe
Aku adalah salah satu peserta rekrutmen dan hanya sampai final interview. Hal ini dikarenakan pada saat itu saya belum sepenuhnya bersedia menjadi karyawan di Perkebunan Swasta ini dikarenakan ada beberapa hal yang belum cocok dengan kriteria yang saya inginkan. Hingga akhirnya, di akhir wawancara salah satu pimpinan perusahaan ini memberikan salam hangat kepada saya dan mengatakan "semoga kamu menemukan pekerjaan yang cocok dengan kriteriamu dan salam sukses selalu!". Sebuah pengalaman yang unik aku pikir. hehe
Kemudian esoknya Aku mencoba peruntungan lain, yaitu pergi ke Job Fair di kampusku dan ternyata ada stand yang mencuri perhatianku, ya salah satu Bank Plat Merah yg memang menjadi primadona bagi para pencari kerja, yaitu PT. Bank Mandiri . Jujur, saya dari dulu tertarik dengan Bank konvensional ini, yang dikenal memiliki aset terbesar. Ada 2 posisi yg dibuka pada waktu itu, yaitu ODP dan Frontliner. Teman2 seperjuangan ku tidak ada yang mengetes pada posisi ODP, kesemuanya mencoba pada posisi FL. Ya alasan mereka logis! karena utk posisi ODP pada saat itu tidak ada kualifikasi dari jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Tetapi aku nekat dan mencoba memasukkan aplikasi lamaran, aku yakin dua kata sosial dan ekonomi bisa menjadi salah satu modalku untuk bisa diterima di perbankan, disamping fisik ya boleh lah.. *Narsis hahaha
Siapa sangka aku lulus proses ADM dan diundang untuk interview awal dan TOEFL dst. Ya namanya juga posisi ODP (calon pimpinan) pastinya susah tesnya, terutama you must have good english ability.
Sempat hopeless karena udah sebulan gak di hubungi sama Bank Mandiri, akhirnya aku ke Medan untuk mencoba peruntungan lain yaitu mengikuti peruntungan di Program PSP 3 Kemenpora.
Setelah mengikuti ujian tertulis dan wawancara di Aula Kantor Gubsu kemudian aku rilekskan diri ke tempat karoke, karena notabene aku suka nyanyi. Eh baru sejam di room, gak taunya ada telfon dari Bank Mandiri, katanya saya direkomendasikan utk mengikuti interview pada posisi ARM (Asistant Relationship Manajer). "Perasaan saya gakda deh ngelamar di posisi ini, tapi kok di undang utk interview ya?" Tapi namanya jg FG, aku gak mau buang kesempatan ini, selesai karoke ak lgsg cabut dan memesan tiket buat ke Lokasi tes. Ohya, btw besok pagi itu adalah jadwal undangan interviewnya, tetapi dikabarinnya sore banget. Busyetttttttt!!!! *agakkesel
Setelah mengikuti ujian tertulis dan wawancara di Aula Kantor Gubsu kemudian aku rilekskan diri ke tempat karoke, karena notabene aku suka nyanyi. Eh baru sejam di room, gak taunya ada telfon dari Bank Mandiri, katanya saya direkomendasikan utk mengikuti interview pada posisi ARM (Asistant Relationship Manajer). "Perasaan saya gakda deh ngelamar di posisi ini, tapi kok di undang utk interview ya?" Tapi namanya jg FG, aku gak mau buang kesempatan ini, selesai karoke ak lgsg cabut dan memesan tiket buat ke Lokasi tes. Ohya, btw besok pagi itu adalah jadwal undangan interviewnya, tetapi dikabarinnya sore banget. Busyetttttttt!!!! *agakkesel
Cerita punya cerita, setelah lolos dari tahapan interview, aku diundang lagi untk ikut tes SHL dan sempat hopeless jga dan ngerasa di-PHP in mulu, krn gkda kabar hampir sebulan dari Bank Mandiri setelah aku mengikuti Tes SHL tsb. Aku pun mencoba peruntungan lain pada lowongan yang dibuka. Dan kebetulan ini adalah salah satu perusahaan favorit kebanyakan orang, terutama lulusan pertanian, yaitu PTPN III. Ini adalah perusahaan perkebunan yang berstatus sebagai BUMN dan memeliki aset terbesar diantara 14 PTPN yang ada di Indonesia, belum lagi PTPN III telah ditunjuk sebagai Induk dari holdingnya kesenua PTPN yg ada di Indonesia. Wah! Perusahaan primadona dengan bonus dan gaji yg luar biasa. (katanya) haha!!
Singkat cerita ya, soalnya panjang banget kalo diceritain semua. Tangan guek capek men! :p
Rezeki yang pertama aku dapatkan yaitu pada Program PSP3 Kemenpora. Aku mendapatkan peringkat ketiga untuk peserta dari Sumut dan mendapatkan lokasi penempatan di DKI Jakarta dan akan dijadwalkan berangkat pada tanggal 25 Agustus 2013. Ya aku pun bersyukur atas pencapaian ini..
Selang seminggu kemudian, Aku pun mendapat kabar bahwa aku lulus tahap ke 3 dan akan melanjutakn ke tahap ke -4 di PTPN 3 dengan sisa peserta sekitar 110 orang lagi. Aku begitu semangat untuk menyelesaikan sisa dua tahapan lagi sampai aku benar - benar dinyatakan lulus oleh PTPN III. Kabarnya, kuota calon pegawai yang akan diambil sebanyak 55 orang. one by one!! Aku sudah sangat siap untuk kompetisi ini! Ujian ini tadinya akan berlangsung pada tanggal 19-20 Agustus. Namun di lain hal, tiba2 mengalami pengunduran menjadi tanggal 21 - 22 Agustus 2013.
Siapa sangka, ternyata di tanggal 21 Agustus 2013 ini, Allah memberikan sebuah pilihan yang sangat sulit bagi hidup saya. Saya harus tiba dilokasi penandatanganan PKWT di Bank Mandiri dimana lokasi saya mengikuti rekrutmen tes awal. Segala cara negosiasi dilakukan, namun tidak berhasil. Dua kesempatan yang sangat berarti bagi perjalanan karirku kedepannya. Memang dalam setiap doa yang aku panjatkan, Aku selalu memohon kepada-Nya agar diberikan dan ditunjukkan sebuah pilihan yang terbaik, bukan terlalu ambisius terhadap suatu hal tanpa meminta kepada sang Pencipta apakah itu yang terbaik ataukah bukan?. Siapa sangka waktu ini menjadi berbenturan, seolah Tuhan telah merencanakan sebuah kejadian yang memberikan pelajaran bagi hidup saya kedepannya. Setelah berfikir keras, bermunajat dan meminta saran dari orang tua dan para kerabat serta sahabat, Aku pun menetapkan pilihan pada Bank Mandiri.
Aku ingat pada sebuah pepatah, "Daya ingin menangkap ikan yang lebih besar dan ikan kecil ditangan pun lepas semuanya". Hidup ini adalah pilihan!! Mungkin ini ketetapan Allah yang terbaik buat saya.
Yang penting aku sudah berusaha utk mengejar sebuah keinginan, berusaha menjadi yang terbaik, namun apa daya, sesuatu yang diharapkan justru terkadang menurut Tuhan bukanlah yang terbaik buat hidup kita. Saya selalu bersyukur dant tidak pernah menyesalkan akan pilihan tersebut. Aku yakin ini adalah sebuah jalan yang diberi Tuhan untuk perlahan menuju apa yang dinamakan bukit kesuksesan! Sekarang tinggallah yakin dan fokus pada pilihan ini!!!
Diakhir kata, saya menitipkan sebuah pesan :
Diakhir kata, saya menitipkan sebuah pesan :
"Tuhan tidak akan membuang yang kau kira baik, tanpa menyiapkan yang betul - betul baik bagimu"